Siaran Pers
Badan Pelaksana Otorita Danau Toba
Jakarta, — Film Antara Mama, Cinta dan Surga resmi dirilis 19 Februar 2026 sebagai karya kolaborasi antara PIM Pictures dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Film ini tidak hanya mengangkat drama keluarga dan nilai-nilai religi, tetapi juga menjadi medium promosi wisata rohani di kawasan Tapanuli Utara dan sekitarnya.

Sejumlah artis nasional turut ambil bagian dalam film ini, di antaranya Aldy Maldini, Anneth, Dharty Manulang, Cok Simbara, serta beberapa talenta lokal asal Sumatera Utara seperti Jenda Munthe, Novita Situmeang dan Tabita Napitupulu yang memperkuat nuansa kedaerahan dalam cerita. Kehadiran para pemeran ini diharapkan mampu menarik perhatian publik sekaligus menghadirkan kualitas akting yang menyentuh dan autentik.
Film ini juga mendapat dukungan dan keterlibatan dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), terutama dalam penguatan aspek nilai-nilai rohani serta penggunaan sejumlah lokasi gereja sebagai latar pengambilan gambar. Keterlibatan HKBP menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer spiritual yang menjadi ruh utama film, sekaligus memperkenalkan warisan sejarah gereja-gereja tua di kawasan Tapanuli Utara.
Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, menegaskan bahwa keterlibatan lembaganya dalam produksi film ini merupakan bagian dari strategi promosi destinasi berbasis cerita (storytelling). “Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi wisata rohani dan budaya di kawasan Danau Toba, khususnya Tapanuli Utara. Kami ingin menghadirkan narasi yang menyentuh hati sekaligus mengajak masyarakat mengenal lebih dekat kekayaan spiritual dan alam yang kami miliki,” ujar Jimmy dalam keterangan resminya.
Menurut Jimmy, wisata rohani memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan karena menyatukan unsur budaya, sejarah, dan nilai-nilai keimanan. BPODT berkomitmen mendorong promosi yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman batin yang mendalam bagi para wisatawan. “Kami percaya bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang makna dan pengalaman. Melalui film ini, kami berharap semakin banyak orang datang, berdoa, berefleksi, dan merasakan kedamaian di Tanah Tapanuli,” katanya.
Jimmy menambahkan, Tapanuli Utara memiliki sejumlah titik yang potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata rohani, mulai dari situs-situs bersejarah hingga pusat kegiatan keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Penguatan aksesibilitas, amenitas, serta promosi terpadu menjadi fokus BPODT agar kunjungan wisatawan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan dirilisnya film ini, BPODT berharap tercipta efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM. Kehadiran karya sinema yang mengangkat kearifan lokal dan nilai spiritual diharapkan mampu memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi prioritas nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
