Samosir – Konsistensi Samosir Music International (SMI) dalam mengangkat musik dan budaya sebagai instrumen promosi pariwisata kembali mendapat pengakuan nasional. Pada 2026, festival yang digelar di kawasan Danau Toba tersebut kembali terpilih menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pencapaian ini sekaligus menandai kali kelima Samosir Music International masuk dalam kalender event nasional bergengsi tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Samosir Music International tidak hanya berkembang sebagai festival musik, tetapi juga menjadi platform kolaborasi budaya yang mampu menghadirkan dampak ekonomi, sosial, dan pariwisata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia.
Selama lima kali dipercaya menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara, Samosir Music International dinilai mampu menjaga kualitas penyelenggaraan, menghadirkan inovasi program, serta memperkuat identitas budaya lokal melalui kolaborasi dengan musisi nasional dan internasional.
Inisiator sekaligus Event Director Samosir Music International, Henry Manik, mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan Kementerian Pariwisata merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung penyelenggaraan festival.
“Sejak awal Samosir Music International dibangun dengan semangat memperkenalkan musik Batak kepada dunia melalui kolaborasi lintas negara, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas masyarakat Danau Toba,” tutur Henry.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, festival menghadirkan musisi dari berbagai negara seperti Belanda, Jerman, Inggris, Spanyol, Kuba, dan Venezuela yang akan berkolaborasi dengan musisi nasional maupun seniman lokal. Selain konser musik, festival juga diramaikan dengan pertunjukan budaya, tortor massal, pelayanan kesehatan gratis, serta bazar UMKM yang melibatkan ratusan peserta dari masyarakat lokal.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arditama Nusantara Putra, menilai penyelenggaraan Samosir Music International merupakan contoh nyata bagaimana sebuah event mampu memperkuat ekosistem pariwisata melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Samosir Music International menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif dapat memperkuat daya tarik destinasi. Sesuai arah kebijakan Kementerian Pariwisata, event daerah perlu terus didorong tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Melalui event seperti ini, dampak ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekaligus memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia,” kata Arditama.

Karisma Event Nusantara (KEN) sendiri merupakan program Kementerian Pariwisata yang mempromosikan dan mendukung event-event daerah yang berkualitas dan berdaya saing. Masuknya Samosir Music International dalam Karisma Event Nusantara selama lima kali menjadi pencapaian penting, mengingat proses kurasi KEN dilakukan secara ketat oleh para kurator yang ahli dan independen terhadap ratusan event dari berbagai daerah di Indonesia. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kualitas penyelenggaraan, tetapi juga aspek inovasi, keberlanjutan, dampak ekonomi, dampak linggungan, pelestarian budaya, serta kemampuan event dalam menarik kunjungan wisatawan.
Keberhasilan program Karisma Event Nusantara juga tercermin dari capaian nasional sepanjang 2025. KEN berhasil menyumbang perputaran ekonomi sebesar Rp17,01 triliun, tumbuh 25,4 persen (year-on-year), mendatangkan 10,8 juta wisatawan, serta memberdayakan 15.400 pelaku UMKM di berbagai daerah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berkualitas telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta kesejahteraan masyarakat.
Bagi Kabupaten Samosir dan kawasan Danau Toba, keberadaan Samosir Music International telah menjadi salah satu penggerak kunjungan wisata. Sebagai bagian dari salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia, Danau Toba terus memperkuat daya saingnya melalui penyelenggaraan event bertaraf nasional dan internasional. Setiap penyelenggaraan festival turut memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel, peningkatan aktivitas pelaku usaha kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, serta UMKM lokal yang terlibat selama kegiatan berlangsung.

Dengan kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, Samosir Music International diharapkan semakin memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia sekaligus menjadi panggung yang memperkenalkan kekayaan musik dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Samosir Music International 2026 juga dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas nasional yang siap berkolaborasi dengan seniman lokal dan mancanegara. Penyanyi Lyodra Ginting menjadi salah satu penampil utama bersama Viky Sianipar Band, Style Voice, Punxgoaran, Dorman Manik, Rany Simbolon, Saut Situmorang, Alsant Nababan, Ogar Nababan, Yossy Renata Tambunan, serta Posan Tobing. Mereka akan berbagi panggung dengan musisi internasional dari Belanda, Jerman, Inggris, Spanyol, Kuba, dan Venezuela. Kolaborasi lintas negara dan lintas genre ini menjadi ciri khas Samosir Music International dalam memadukan musik modern dengan kekayaan musik tradisi Batak sebagai daya tarik pariwisata Danau Toba.

