Toba Caldera Resort, Sibisa, 22386

Jl. Kapt. Pattimura No.125 Medan 20153 Sumatera Utara

info@bpodt.id

Toba : (0625) 41500 Medan: (061)450-2908

Siaran Pers: BPODT Hadiri FGD Kemenko Bidang Pangan, Dorong Kolaborasi Perkuat Rantai Pasok Pangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Toba — Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Institut Teknologi (IT) Del, Laguboti, Kamis (2/7). Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pangan yang tangguh sebagai penopang pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kawasan Danau Toba.

Diskusi dipandu Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Muhamad Mawardi, S.Pt., M.T. serta menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra, Rektor IT Del Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, S.T., M.InfoTech, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, S.S.TP., M.Si., Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Abdul Khalim, serta Plt. Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Toba Sahat Manondang Simanullang, S.P., M.M.

Fokus utama pembahasan adalah memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun rantai pasok pangan yang lebih tangguh, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta mendukung daya saing sektor pariwisata Danau Toba. Para narasumber menilai bahwa sistem pangan yang kuat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri pariwisata, mengingat kebutuhan hotel, restoran, pelaku usaha kuliner, hingga penyelenggara berbagai kegiatan wisata sangat bergantung pada ketersediaan pasokan pangan yang berkualitas, berkelanjutan, dan terjangkau.

Plt. Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra menegaskan bahwa pembangunan Danau Toba tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif di daerah.

“Pariwisata harus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga produk UMKM perlu menjadi bagian dari rantai pasok hotel, restoran, dan berbagai aktivitas wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di Kawasan Danau Toba,” ujar Arditama.

Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Abdul Khalim mengatakan, penguatan rantai pasok pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut dia, tata kelola distribusi pangan yang baik mampu mengurangi fluktuasi harga dan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat maupun industri pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung memaparkan bahwa Kawasan Danau Toba memiliki potensi besar sebagai sentra berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, jagung, cabai, dan bawang merah. Potensi tersebut terus diperkuat melalui pengembangan kawasan pertanian, penyediaan sarana dan prasarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, penguatan sistem irigasi, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian.

Dari sisi pengembangan inovasi, Rektor Institut Teknologi Del Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga menekankan pentingnya pemanfaatan riset dan teknologi dalam membangun sistem rantai pasok pangan yang lebih modern, efisien, dan adaptif. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan teknologi pertanian, kecerdasan buatan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung sektor pangan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Danau Toba.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun sistem pangan yang tangguh di Kawasan Danau Toba. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan produk lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta mendukung Danau Toba sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

BPODT
BPODT

Leave a Replay

Recent Posts

Follow Us