Siaran Pers
Badan Pelaksana Otorita Danau Toba

Toba – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Wira Toba resmi melayani lintasan Ajibata–Ambarita dan menjadi tambahan moda transportasi air di kawasan Danau Toba. Kehadiran kapal ini mendapat respons positif dari wisatawan, terutama selama masa libur peringatan Isra Mi’raj 2026, yang ditandai dengan tingginya tingkat okupansi penumpang.
KMP Wira Toba milik PT Wira Jaya Logitana Lines (WJL) mulai beroperasi sejak Minggu (28/12/2025). Kapal ini memiliki kapasitas hingga 350 penumpang serta mampu mengangkut sekitar 40 unit kendaraan roda empat dan roda enam.
Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Ajibata, Sabtu (18/1/2026), tiket penyeberangan KMP Wira Toba telah habis terjual sejak beberapa hari sebelumnya, terutama untuk jadwal keberangkatan akhir pekan.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Jimmy Panjaitan mengatakan, beroperasinya KMP Wira Toba menjadi bagian penting dalam penguatan aksesibilitas transportasi di kawasan Danau Toba.
“Ketersediaan moda penyeberangan yang andal dan nyaman sangat berpengaruh terhadap pengalaman wisatawan. Kehadiran KMP Wira Toba diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas serta mendorong pertumbuhan pariwisata di kawasan Danau Toba,” ujar Jimmy.
Pada masa libur dan akhir pekan, KMP Wira Toba mampu melayani hingga lima trip atau sepuluh kali perjalanan pulang-pergi dalam satu hari. Ke depan, pengelola merencanakan penambahan armada serta pembangunan dermaga sendiri untuk meningkatkan kualitas layanan. Saat ini, kapal masih menggunakan pelabuhan bersama dengan kapal penyeberangan lain di lintasan Ajibata–Ambarita.
Sejumlah penumpang menilai KMP Wira Toba menawarkan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan kapal penyeberangan sebelumnya. Fasilitas tempat duduk berupa sofa modern serta penggunaan kaca berukuran besar yang memungkinkan penumpang menikmati panorama Danau Toba menjadi daya tarik tersendiri.
BPODT menyambut baik keterlibatan pihak swasta dalam penyediaan transportasi penunjang pariwisata. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat sistem aksesibilitas Danau Toba sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan sekitar.
