Toba Caldera Resort, Sibisa, 22386

Jl. Kapt. Pattimura No.125 Medan 20153 Sumatera Utara

info@bpodt.id

Toba : (0625) 41500 Medan: (061)450-2908

FGD Pionir Pelaku Pariwisata Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Wisata di Danau Toba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Siaran Pers

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba

Samosir — Para pelaku dan aktivis pariwisata di kawasan Danau Toba menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) untuk membahas kondisi terkini pariwisata serta langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan wisata dari tingkat akar rumput. Kegiatan tersebut berlangsung pada 4 Februari 2026 di Silimalombu, Sumatera Utara.

Forum diskusi ini merupakan kolaborasi antara Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan para pelaku usaha wisata serta aktivis pariwisata yang tergabung dalam forum pariwisata Danau Toba. Diskusi dipimpin oleh pionir pelaku pariwisata kawasan tersebut, Ombang Siboro.

Dari BPODT, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Wahyu Galih Dito Indharto, yang menyampaikan pentingnya peran masyarakat dan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata.

Menurut Wahyu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor kunci untuk menjaga daya saing pariwisata Danau Toba di tingkat nasional maupun internasional.

“Pariwisata tidak hanya soal keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang dirasakan wisatawan. Karena itu, hospitality, kebersihan, kenyamanan, serta profesionalitas pengelola destinasi harus menjadi perhatian bersama,” ujar Wahyu dalam diskusi tersebut.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal sangat diperlukan untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“BPODT sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan para pelaku wisata di lapangan. Justru dari diskusi seperti ini kita bisa mendengar langsung masukan dari para pionir dan komunitas yang selama ini menjadi garda terdepan pariwisata Danau Toba,” kata Dito.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan dalam pengembangan pariwisata kawasan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pentingnya peningkatan hospitality atau keramahtamahan dalam melayani wisatawan.

Selain itu, profesionalitas pengelola destinasi juga menjadi perhatian. Para pelaku wisata menilai standar pengelolaan objek wisata perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Aspek lain yang turut menjadi sorotan adalah kebersihan dan kenyamanan destinasi. Peserta diskusi menilai kualitas lingkungan objek wisata harus dijaga secara konsisten, mulai dari pengelolaan sampah, fasilitas umum, hingga penataan kawasan wisata.

“Pelayanan yang baik, lingkungan yang bersih, serta pengelolaan yang profesional merupakan kunci agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,” ujar Ombang.

Melalui FGD ini, para pelaku pariwisata berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat kualitas pelayanan wisata dari tingkat komunitas, sehingga citra pariwisata Danau Toba semakin positif dan mampu bersaing sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.

BPODT
BPODT

Leave a Replay

Recent Posts

Follow Us